Baca Artikel

Kategori: Pengetahuan Umum

Ambient Computing, Hidup Semakin Terintegrasi

Blog Single

Meningkatnya popularitas perangkat IoT ( Internet of Things) sejak beberapa tahun belakangan ini membuat banyak hal yang sebelumnya mungkin tidak terpikir dapat dilakukan, kini bisa terjadi secara nyata. Kehadiran teknologi tersebut membuat manusia menjadi lebih terbantu dalam berbagai hal.Konsep IoT memang bukanlah sebuah konsep yang baru, walaupun memang baru kian populer beberapa tahun belakangan ini. Menurut Carnegie Mellon University, konsep awal perangkat IoT telah diperkenalkan sejak tahun 1982. Saat itu, terdapat sebuah mesin penjual minuman dingin yang dimodifikasi agar dapat terhubung ke internet dan melaporkan berbagai kondisi, seperti sisa stok dan keadaan suhu pendingin.

Konsep tersebut terus berkembang sepanjang tahun 1990-an hingga 2000-an. Salah satunya melalui Kary Främling dari Helsinki University of Technology yang melakukan riset yang menjadi salah satu fondasi fungsi dasar perangkat IoT saat ini, yaitu infrastruktur yang menggabungkan dan menghubungkan banyak perangkat pintar ke dalam sebuah jaringan besar. Seiring perkembangan zaman, perangkat IoT pun kian beragam, mulai dari untuk kebutuhan konsumen umum sampai untuk berbagai kebutuhan spesifik yang biasanya digunakan oleh perusahaan berskala besar. Bukan cuma sekadar terkoneksi dan dikontrol melalui internet, perangkat-perangkat IoT tersebut kini juga bisa memberikan berbagai informasi tambahan yang bisa bermanfaat bagi kebutuhan manusia.

Penggunaan perangkat IoT pun terus meningkat. Merujuk pada Statista, pada tahun 2015 terdapat 15,41 miliar perangkat IoT yang terkoneksi ke internet, dan angka tersebut meningkat menjadi 23,14 miliar unit pada penghujung tahun 2018 kemarin. Bahkan, Statista juga memprediksi akan ada 75,44 juta perangkat IoT yang akan terhubung pada tahun 2025 mendatang. Kini, definisi perangkat IoT pun terus melebar. Setiap perangkat yang bisa terhubung ke internet dan memberikan informasi, dapat dikategorikan sebagai perangkat IoT, mulai dari ponsel pintar yang kita gunakan seharihari, sampai ke sensor-sensor kecil yang digunakan di pabrik-pabrik. Dengan banyaknya perangkat IoT yang terus muncul dan mendampingi kehidupan manusia setiap harinya, akan lebih baik juga perangkat-perangkat tersebut dalam mendapatkan informasi lebih jauh, sekaligus mengenali penggunanya dengan lebih baik. Oleh karena itu, muncullah konsep ambient computing; sebuah konsep yang mampu menjadikan perangkat-perangkat IoT menjadi lebih pintar.

Dilansir dari infokomputer, bahwa ambient computing adalah sebuah konsep yang merujuk pada komputasi yang dilakukan secara terus-menerus, kapan saja, di mana saja, untuk mendapatkan data dan memberikan informasi berguna bagi pengguna, tanpa pengguna harus terus-menerus aktif memusatkan perhatian pada antarmuka pengguna dari perangkat. Hal ini berbeda dengan komputasi yang selama ini kita kenal menggunakan komputer desktop. Pada komputer desktop, pengguna umumnya harus terus-menerus berinteraksi menggunakan kibor, tetikus, dan layar untuk memanfaatkan kemampuan komputasi yang ditawarkan.

Ambient computing menjadi evolusi dari kehadiran IoT. Jika perangkat IoT selama ini digunakan untuk mengumpulkan data dan mengirimkannya ke sebuah pusat data untuk diolah, ambient computing memanfaatkan seluruh data tersebut untuk digunakan kembali dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna. Penggunaan data tersebut juga tidak lagi membutuhkan interaksi dengan manusia. Semuanya berjalan secara otomatis di latar belakang, sehingga pengguna dapat beraktivitas seperti biasa tanpa perlu terus-menerus berinteraksi dengan perangkatperangkat tersebut. Dengan kata lain, ambient computing membuat seluruh data dapat diolah secara otomatis, dan disajikan kembali ke pengguna dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan. Informasi tidak lagi perlu diminta, tetapi disajikan sesuai dengan konteks yang ada, baik lokasi, waktu, dan berbagai aspek lainnya.

 

Dalam proses pengolahan data dan penyampaian informasi, perangkat IoT juga menggunakan AI ( artificial intelligence). Tujuannya untuk makin mengenali pengguna sehingga bisa memberikan informasi yang tepat sesuai dengan yang dibutuhkan. Sebagai contoh, mungkin Anda cukup sering menerima notifikasi mengenai perubahan kondisi cuaca di waktu-waktu tertentu di ponsel pintar Anda. Selain memang menyampaikan informasi terkait kondisi cuaca, waktu pemberian notifikasi serta informasinya bisa menyesuaikan dengan aktivitas yang akan dilakukan. Misalnya, notifikasi akan muncul pada pagi hari, beberapa saat sebelum Anda berangkat kerja, serta dilengkapi dengan beberapa informasi tambahan seperti kondisi lalu lintas dan jadwal penting.

Ambient Computing dalam Kehidupan Sehari - hari, Seperti contoh sederhana yang telah dijelaskan di atas, ponsel pintar merupakan salah satu perangkat yang bisa memberikan beberapa informasi tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Jika Anda pengguna perangkat Android, Google Now atau Google Assistant adalah salah satu fitur yang mungkin sering berinteraksi dengan Anda. Google Now atau Google Assistant dapat memberikan beberapa informasi penting yang berkaitan dengan kebutuhan Anda saat itu. Misalnya, sebelum berangkat kerja, Google Assistant akan memberikan informasi mengenai rekomendasi jam keberangkatan, kondisi cuaca, kondisi lalu lintas, dan rekomendasi rute yang bisa dipilih.

Selain itu, mungkin Anda juga sering mendengar atau bahkan telah menggunakan beberapa perangkat smart home seperti smart plug atau smart bulb. Perangkat-perangkat tersebut sekarang perlahan berevolusi dari perangkat yang sekadar untuk “lucu-lucuan” menjadi perangkat yang memang bisa memudahkan penggunanya. Selain bisa aktif dan nonaktif dengan bantuan aplikasi yang disertakan, perangkat-perangkat tersebut juga bisa difungsikan dengan jadwal. Misalnya, sebuah lampu bisa menyala secara otomatis apabila waktu sudah memasuki malam hari. Lebih jauh lagi, melalui integrasi dengan aplikasi-aplikasi tambahan, misalnya IFTTT, perangkatperangkat tersebut bisa berfungsi berdasarkan konteks dan situasi. Sebagai contoh, sebuah smart bulb bisa menyala secara otomatis apabila mendeteksi kondisi sekitar menjadi gelap akibat mendung walaupun masih siang hari.

Di era ambient computing ini, berbagai macam perangkat IoT yang ada di pasaran bisa dibilang merupakan bagian dari konsep ambient computing, terutama untuk perangkat-perangkat yang dilengkapi dengan kemampuan AI, baik untuk kebutuhan pribadi maupun korporasi. Di antara sekian banyak perangkatperangkat tersebut, berikut ini adalah beberapa contoh perangkat yang cukup menonjol, sering digunakan, serta menawarkan pengalaman ambient computing untuk penggunanya. Perangkat tersebut antara lain, Smartphone atau ponsel pintar, smart speaker dan Home automation. Masa depan ambient computing dan teknologi pendukungnya seperti AI masih terus berkembang dengan pesat dan akan makin dekat dengan manusia. Di masa depan, pengalaman menggunakan ambient computing akan makin menyenangkan dan membantu manusia seiring integrasi yang makin dalam. Dengan makin banyaknya varian perangkat IoT yang bisa saling terkoneksi satu sama lain, makin banyak informasi yang bisa diberikan ke penggunanya. Apalagi jika dikombinasikan dengan beberapa teknologi lain seperti virtual reality atau augmented reality. Jadi tidak dipungkiri dimasa yang kana datang nanti akan ada lebih banyak lagi teknologi yang berkembang dari IoT ini.

 

Bagikan Artikel:

"Change and Moving Forward with Technology"