Baca Artikel

Kategori: Pojok Inspirasi

Mengendalikan Emosi

Blog Single

Emosi yang ada pada diri kita dapat berakibat fatal jika tidak dikendalikan dengan baik. Ia seperti api yang sanggup menghanguskan akal sehat. Emosi juga bagaikan air bah yang mampu menghanyutkan seluruh pengharapan kita. Hanya dalam hitungan menit, orang yang melampiaskan emosinya tanpa kendali dapat menghancurkan karirnya yang telah dibangun seumur hidup.Maka, di sinilah kita perlu mengembangkan sebuah manajemen emosi yang baik untuk menghalau emosi-emosi negatif seperti ini agar tidak menghalangi profesionalisme kita dalam suatu keadaan atau pekerjaan.

Jika Anda merasa takut.

Berhenti sejenak dan lihat situasi secara objektif. Lakukan beberapa hal yang bisa menjernihkan pikiran, seperti berjalan-jalan atau meminum kopi atau teh. Dan ketika anda kembali, pastikan bahwa anda sudah siap bereaksi dengan situasi yang anda hadapi saat ini.

 

Jika Anda merasa ditolak.

Jika anda merasa tidak memiliki masalah dengan orang lain yang menolak kehadiran anda, satu-satunya cara untuk mengetahui akar masalahnya adalah dengan bertanya pada penolak anda. Tanyakan sesuatu seperti: “Beberapa hari yang lalu, kamu mengatakan ____ dan saya merasa sakit hati. Dapatkah kamu menjelaskan apa yang terjadi?”

Pada akhirnya, kita akan menyadari dalam arti yang sangat nyata bahwa “penolakan” adalah ilusi.

 

Jika Anda merasa marah.

Tugas pertama anda adalah menjauh dari situasi yang menyulut amarah anda. Jika anda bisa, pergi dan berjalan-jalan, atau melakukan sesuatu yang akan mengalihkan perhatian anda sejenak. Jika Anda tidak dapat mengambil salah satu tindakan tadi, tarik nafas perlahan jernihkan pikiran. Ketika anda sudah lebih tenang, selidiki alasan kenapa anda marah. Dari pada “meledakkan” atau “melepaskan uap”, mencari cara untuk berkomunikasi dengan orang lain lebih penting agar situasi yang sama tidak terulang kembali di masa depan.

 

Jika Anda merasa frustrasi.

Langkah pertama yang dapat anda lakukan adalah meninjau kembali rencana dan perilaku anda. Apakah anda sudah benar-benar melakukan cara terbaik untuk mencapai tujuan anda? Jika tidak, rasa frustrasi akan memberitahu anda bahwa anda perlu mengubah rencana dan eksekusinya. Sedangkan jika rencana anda sudah kuat dan perilaku anda sudah tepat, maka sekarang saatnya untuk melatih kesabaran. Berhentilah mengkhawatirkan tentang hasil. Serahkan hasilnya pada Yang Maha Kuasa. Tugas anda adalah terus berusaha untuk mencapai tujuan.

 

Jika Anda merasa tidak mumpuni.

Rasa tidak mampu berasal dari kurangnya keterampilan, pengalaman, dan strategi di mana anda ingin menjadi sukses. Makanya, putuskan bahwa anda akan bekerja di bidang ini sampai anda benar-benar menguasainya. Dan cari referensi ketika anda tengah melaksanakan tugas ini. Misalnya panutan, mentor, baca buku atau ikut seminar.

 

Jika Anda merasa stres.

Anda punya waktu yang terbatas untuk menyelesaikan sesuatu sekaligus menjaga diri tetap sehat dan bahagia pada saat yang sama. Makanya, hindari rasa stress. Cara terbaik untuk menangani stres adalah menggunakan stres sebagai sinyal bahwa sudah waktunya untuk membuat prioritas. Mana yang penting untuk diselesaikan agar tidak mendesak di belakang.

Bagikan Artikel:

"Change and Moving Forward with Technology"