Karakteristik Televisi sebagai Media Massa


2014-09-9 09:48:22 | author : admin

Berbeda dengan penonton film, penonton televisi mempunyai karakteristik yang agak unik, karena masing- masing mempunyai kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Selain itu penonton televisi (broadcast) tersebar dimana-mana. Walaupun waktuk menontonnya sama tetapi mereka tidak dapat berkomunikasi sata sama lain. Penonton televisi boleh dikatan bebas, artinya ia menon- ton televisi bukan karena paksaan tetapi karena tertarik. Mungkin program yang ditayangkan sesuai dengan kebu- tuhannya, mungkin juga karena tidak ada hiburan lain. Namun demikian sebagai seorang (calon) pengembang program televisi, Anda harus menyadari sepenuhnya keaneka ragaman jenis dan sifat penonton ini, karena tidak mungkin kita dapat membuat program yang meme-nuhi kebutuhan semua halayak ramai. Untuk mengatasi keaneka ragaman tersebut, maka sebaiknya tentukanlah satu kelompok sasaran yang memiliki sifat, karakter, dan latar belakang yang sama. Bila Anda sudah menentukan sasaran yang jelas usahakanlah meraih perhatian mereka semaksimal mungkin melalui setiap gambar yang terlihat dan setiap suara yang terdengar. Atau dengan kata lain setiap gambar, setiap kata dan setiap bunyi yang kita bangun harus ada maksudnya dan   mampu menarik perhatian penonton.

 

Karakteristik Teknis Media Televisi
Dalam mengembangkan program televisi baik itu penulis naskah maupun pelaksanan produksi tidak cukup hanya mengetahui ide yang bagus dan bagaimana cara memvisualisasikannya. Tetapi lebih dari itu ia harus pula mengetahui karakteristik teknis (kelebihan dan keterbata- san) yang dimiliki pesawat televisi. Sebab tanpa menge- tahui karaktersitik tersebut besar kemungkinan banyak rambu-rambu penulisan dan ketentuan-ketentuan teknis yang terabaikan begitu saja. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah:

Karakteristik Teknis Media TelevisiDalam mengembangkan program televisi baik itu penulis naskah maupun pelaksanan produksi tidak cukup hanya mengetahui ide yang bagus dan bagaimana cara memvisualisasikannya. Tetapi lebih dari itu ia harus pula mengetahui karakteristik teknis (kelebihan dan keterbata- san) yang dimiliki pesawat televisi. Sebab tanpa menge- tahui karaktersitik tersebut besar kemungkinan banyak rambu-rambu penulisan dan ketentuan-ketentuan teknis yang terabaikan begitu saja. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah:

  1. Fine Detail
    Media televisi kurang mampu menampilkan detail (seluk-beluk) suatu objek dengan sempurna seperti yang dimiliki media film. Meskipun perkembangan teknologi pesawat televisi sudah maju pesat, seperti munculnya pesawat-pesawat televisi yang menggunakan tabung datar dan berresolusi tinggi, namun secara teknis belum mampu menyamai kualitas gambar yang dihasilkan melalui film. Keterbatasan inilah yang perlu disadari oleh para pengembang program televisi pada saat menulis naskah, sehingga ia dapat menentukan batasannya, mana yang efektif untuk ditelevisikan dan mana yang tidak (harus menggunakan media lain).
  2. Area Lost
    Gambar yang terlihat pada layar televisi adalah kira- kira 80% dari gambar yang diambil kamera karena lebih kurang 20 % dari area (daerah) yang terlihat kamera hilang oleh proses elektronik. Meskipun perkembangan teknologi peralatan produksi sudah dapat merperkecil area lost ini, mamun tetap area (daerah) yang hilang ini harus dipertimbangkan sewaktu pengambilan gambar oleh juru kamera atau pengarah acara, juga harus dimaklumi oleh penulis naskah.
  3. Size Information
    Media televisi adalah media yang menggunakan layar kaca untuk menampilkan gambarnya. Secara teknis layar sebuah pesawat televisi memiliki keterbatasan, khususnya untuk ukuran yang dimilikinya. Oleh karena itu media televisi tidak dapat menampilkan gambar suatu objek dengan ukuran yang sebenarnya. Jika Anda ingin memperkenalkan sesuatu (khususnya objek yang belum dikenal), maka perlihatkanlah objek pembandingnya (yaitu objek yang dikenal secara umum) agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penontonnya. Misalnya untuk memperkenalkan seekor binatang yang mirip Cicak dapat menggunakan tangan sebagai pembandingnya. Berikut ini ilustrasi yang memperlihatkan besarnya seekor binatang yang mirip dengan Cicak. Selain itu gambar yang terlihat di layar televisi juga sangat dipengaruhi oleh teknik pengambilannya, sehing-ga sebuah gambar yang terlihat tidak mewakili ukuran  yang sebenarnya. Misalnya sebutir telur yang diambil secara “close-up” akan terlihat sebesar layar televisi. Nah, apabila hal ini tidak cermat dalam teknik memvisualisasikannya, maka besar kemungkinan akan memberikan interpretasi yang berbeda-beda pada diri setiap penonton.
  4. Third Dimension
    Layar pesawat televisi pada hakekatnya adalah dua di- mensi (panjang x lebar). Ini berarti gambar yang dihasil- kan memiliki kecenderungan kesan dua dimensi pula, yaitu dimensi panjang dan lebar saja. Untuk menghasilkan suatu tayangan yang baik, seorang pengembang program televisi harus berupaya mengatasi kesan dua demensi tersebut. Baik dengan memperha-tikan pemilihan pesan (pesan yang banyak menuntut unsur gerak), teknik pengambilan gambar, penyusunan propertis, maupun pengaturan tata cahaya yang digu-nakan. Dengan demikian kesan yang terlihat adalah kesan tiga dimensi.
  5. Distraction
    Distraction adalah istilah teknis yang digunakan untuk menggambarkan ketidak sesuaian bentuk antara objek dengan hasil tayangan di pesawat televisi karena adanya gangguan teknis pada pesawat. Misalnya sebuah ling-karan yang seharusnya 360 derajat menjadi bentuk elips atau  bentuk oval. Sebagai penulis naskah Anda harus mempertimbangkan akibat ketidak sesuaian bentuk tersebut, yaitu dengan memilih secara cermat konsep tentang bentuk yang akan ditayangkan. Atau memberi penjelasan tambahan pada setiap bentuk yang ditayangkan.
  6. Opposition
    Opposition adalah effek psikologis sebagai akibat dari pengambilan gambar yang kurang teliti. Misalnya pe- nonton menjadi ragu terhadap apa yang dilihatnya di layar televisi. Atau istilah teknisnya ada kesan jumping yang mengakibatkan timbulnya  pertentangan dalam diri penonton. Misalnya kesalahan menempatkan kamera yang melampaui garis imajiner dalam pengambilan dua orang yang sedang berdialog, mengakibatkan penonton ragu untuk menentukan siapa yang menjadi lawan bicara, karena kedua-duanya mempunyai arah pandang yang sama. Untuk itu seorang pengembang program, baik penulis naskah maupun pelaksana produksi harus hati-hati melakukan tugasnya. Penulis naskah harus jelas menentukan apa sebenarnya yang harus diperlihatkan kepada penonton, dan pelaksana produksi harus tepat dalam menggunakan teknik-teknik produksinya.
  7. Tins
    Warna pada pesawat televisi dapat berubah-ubah, se- hingga sulit untuk menentukan warna aslinya. Kadang- kadang hal ini dapat mengarahkan penonton kepada konsepsi warna yang salah, terlebih lagi pada pesawat televisi yang masih hitam putih. Misalnya Anda akan memperlihatkan perbedaan asam dengan basah meng- gunakan lakmus, maka warna yang timbul adalah merah biru. Akan tetapi pada TV hitam putih warna tersebut tidak terlihat perbedaannya karena intensitasnya relatif sama. Oleh karena itu apabila Anda ingin menyajikan informasi yang berhubungan dengan warna (terlebih lagi yang menuntut akurasi yang tinggi) sebaiknya harus dilakukan dengan hati-hati, bila perlu Anda dapat meng-gunakan audio atau tulisan untuk mengatasinya. Atau menyarankannya untuk menggunakan media film, karena warna pada film lebih akurat dan bersifat permanen (tetap).
  8. Setting
    Setting adalah latar atau tempat dimana suatu peristiwa atau kejadian terjadi. Setting mempunyai peranan yang sangat penting untuk memperjelas suatu informasi. Misalnya Anda ingin menjelaskan kegiatan seorang se- kretaris dengan latar sebuah dapur, apa kira-kira yang terekam di benak penonton? Atau Anda ingin menjelas- kan cara kerja piston sebuah mobil, tetapi dengan latar bengkel sepeda. Apa yang terjadi terhadap pesan yang akan disampaikan.
    Meskipun kita dapat mengatakan hal itu boleh-boleh saja, namun akan lebih bermakna bila Anda memilih latar yang sesuai dengan pesan yang akan disampaikan. Menjelaskan kegiatan seorang sekretaris dengan sebuah ruangan kantor yang dilengkapi dengan pesawat telepon dan propertis lainnya yang lazim digunakan seorang sekretaris. Sedangkan bila hendak menjelaskan cara kerja piston sebuah, maka ada baiknya latar yang Anda gunakan adalah mesin sebuah mobil yang sedang diperbaiki.
    Untuk memudahkan mengingat kriteria di atas dapat Anda gunakan jembatan keledai FASTDOTS seperti di bawah ini.
    F : Fine details
    A : Area lost
    S : Size information
    T : Third demension
    D : Distraction
    O : Opposition
    T : Tins
    S : Setting
  9. Format Layar Televisi
    Format layar televisi pada umumnya memiliki perban- dingan 3 : 4 . Dikatakan pada umumnya, karena dalam perkembangan teknologi pesawat televisi akhir-akhir ini telah muncul pesawat televisi dengan format layar 2 : 3 (sama seperti format film). Meskipun demikian pada liputan kamera masih tetap menggunakan format 2 : 3. Bagi seorang pengembang program televisi, mengetahui format layar televisi adalah suatu keharusan. Hal ini ber- kaitan degan ketepatan dalam penataan setting dan pem- buatan grafis pada televisi. Tanpa mengetahui format layar televisi ada kemungkinan setting yang kita buat terlalu rendah, sehingga timbul kesulitan pada saat pengambilan gambar. Demikian juga halnya dalam pembuatan grafis, ada kecenderungan banyak ruang yang kosong, karena grafis yang dibuat bukan untuk format layar televisi melainkan untuk format film.
  10. Media Televisi Adalah Medium Size
    Meskipun saat ini layar televisi sudah ada yang berukuran di atas 60 “, akan tetap terasa kurang efektif jika dalam tayangannya terlalu banyak memperlihatkan “wide shot” atau shot-shot yang bersifat kolosal. Sesuai dengan karakteristik fisiknya, memperbanyak penyajian gambar dalam ukuran Medium Close-Up (MCU), akan lebih baik dibandingkan dengan penyajian yang bersifat kolosal. Oleh karena itu pula media televisi disebut media yang akrab dengan penontonnya. Sebab sajian gambar dalam bentuk MCU membuat seakan- akan penonton berdialog dengan gambar yang dilihatnya. Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk mengatasi keterbatasan layar televisi yang berukuran kecil.
  11. Layar Televisi Bukan Pentas Drama 
    Berbeda dengan mempergelarkan acara dipentas, sua- sana yang dihadirkan pada layar televisi harus mencer- minkan suasana yang diharapkan oleh sebagian besar penonton. Oleh karena itu seorang penulis naskah harus mampu membaca selera sebagian besar penontonnya. Maksudnya begini !!! Apabila kita menonton acara di pentas, kita akan melihat penampilan seluruh pemain yang hadir di pentas saat itu.  Selanjutnya apabila kita tertarik pada salah seorang pemain, secara sepontan perhatian   kita pusatkan pada pemain tersebut, dan mengabaikan pemain yang lain.  Artinya ketertarikan penonton pada salah seorang pemain ditentukan oleh penonton itu sendiri. Bukan penata lakunya. Berbeda halnya dengan tayangan di televisi, ketertarikan penonton pada seorang pemain ditentukan oleh penulis naskah atau sutradara yang memproduksinya. Contohnya, meskipun sebagian besar penonton tertarik pada penampilan si A, kita tidak bisa berharap bahwa pada shot berikutnya si A yang tampil dalam bentuk CU. Bisa saja yang di CU adalah wajah si B atau si C. Nah, apabila hal ini terjadi, maka hilanglah minat penonton pada program yang kita buat. Oleh karena itulah dianjurkan agar seorang penulis atau sutradara harus mampu membaca selera sebagian besar penontonnya.
  12. Bahasa Visual
    Media televisi adalah media yang mengutamakan unsur visual dalam menyajikan informasi. Ini artinya penggu- naan bahasa visual lebih dominan dibandingkan dengan penggunaan bahasa verbal. Oleh karena itu seorang pe-nulis naskah televisi harus menyadari hal ini,  dan  menjadikannya  sebagai  prinsip  dalam penulisan naskah.   Dengan demikian penggunaan bahasa vebal (narasi) diperlukan hanya   untuk memperjelas bagian-bagian yang tidak dapat diungkapkan secara visual atau melengkapi visualisasi yang ada. Bukan sebaliknya. nMisalnya, Anda memvisualkan sebuah mangga, maka secara fisik terlihat bentuknya, besarnya, dan warnanya, atau mungkin ciri-ciri fisik yang lain. Akan tetapi dari tayangan tersebut tidak diketahui bagaimana rasanya. Nah, untuk melengkapi kekurangan inilah perlu ditam- bahkan unsur narasi, dengan tujuan lebih memperjelas atau melengkapi materi yang akan disampaikan 

1 2 3 4 >>


 PROFIL KAMI

 STATISTIK

User Online : 1
Total hits : 909161
Pengunjung Hari ini : 32
Pengunjung Kemarin : 34
Pengunjung Bulan ini : 564
Pengunjung Tahun ini : 73386
Total Pengunjung : 403926

 KATA INSPIRASI

Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. (Mohammad Hatta)