Suarakan Bahasa Daerahmu


2014-04-02 14:37:42 | author : admin

"Demam" berbahasa Indonesia sedang melanda daerah pedesaan. Para orang tua, terutama yang pernah tinggal atau menempuh pendidikan di kota, telah menggunakan Bahasa Indonesia kepada anak-anak mereka. Pilihan ini menyebabkan para anak lebih menguasai Bahasa Indonesia daripada bahasa daerahnya dan juga bahasa sukunya. Ada semacam kebanggaan pada diri orang tua, merasa hebat dan modern, ketika anaknya menguasai Bahasa Indonesia, dan justru tidak mengerti bahasa daerahnya.

Seperti kita tahu, di Indonesia ada sekitar 746 bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dan, sebuah peringatan besar telah ditabuhkan ketika UNESCO, melalui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaannya, mengeluarkan hasil penelitiannya. Mereka menyebutkan sekitar 700 bahasa daerah di Indonesia terancam punah pada akhir abad 21. Kepunahan itu terjadi karena berbagai faktor, antara lain perkawinan campur dengan suku lain, urbanisasi, dan bencana alam.

Kita tentu tidak ingin kehilangan begitu banyak kekayaan budaya bangsa. Bahasa daerah harus tetap lestari menjadi bahasa yang dikuasai, selain Bahasa Indonesia dan bahasa lainnya. Untuk itu, sangat diperlukan komitmen kuat dari pemerintah. Salah satu cara melestarikan bahasa daerah , misalnya dengan memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum pendidikan. Tidak hanya di tingkat pendidikan Sekolah Dasar, namun juga tingkat pendidikan di atasnya. Guru yang mengampu mata pelajaran ini juga harus benar-benar kompeten di bidangnya. Sehingga, kelestarian bahasa daerah tetap terjaga.

Saya cinta Bahasa Indonesia, saya juga cinta bahasa daerah saya. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan dan nasional, sedangkan bahasa daerah merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Salah satu warisan budaya yang perlu dijaga kelestariannya. Mari suarakan bahasa daerahmu. Melestarikan bahasa daerah bukan hanya tugas yang diletakkan di bahu Negara, namun merupakan tanggung jawab kita bersama.

Buang jauh-jauh pikiran "ndeso" atau "katrok" ketika berbicara dalam bahasa daerah. Buang persepsi dalam diri, merasa modern dan hebat, ketika mengaku tidak lagi bisa berbahasa daerah. Tegaskan dalam diri, menguasai bahasa daerah berarti cinta budaya bangsa, bangga menjadi bangsa Indonesia yang sangat beragam.

 

Diambil dan disunting seperlunya dari Situs: Kompasiana.com Alamat URL: http://bahasa.kompasiana.com


1 2 3 4 >>


 PROFIL KAMI

 STATISTIK

User Online : 1
Total hits : 909175
Pengunjung Hari ini : 32
Pengunjung Kemarin : 34
Pengunjung Bulan ini : 564
Pengunjung Tahun ini : 73386
Total Pengunjung : 403926

 KATA INSPIRASI

Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. (Mohammad Hatta)