Suatu Inisiasi BTKP DIY untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Program TIK melalui Unlimited Learning Experience berbasis Web


2014-10-19 07:44:37 | author : isparwono

Sekarang Sudah saatnya pendidikan memasuki era digital dan era profesionalisme agar peningkatan mutu pembelajaran yang dirancang secara berkelanjutan dapat dipertahankan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi berjalan demikian cepatnya, sehingga dunia pendidikan harus proaktif (value driven) dalam merespon bentuk-bentuk perkembangan teknologi informasi tersebut jika tidak ingin ketinggalan dan ditinggalkan zaman. Oleh sebab itu, profesionalisme pendidikan perlu kita lakukan, agar era kuantitas segera dapat digeser ke era kualitas.

 

Teknologi komputer dan internet, mulai dari perangkat lunak maupun perangkat keras memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran para peserta didik. Keunggulan yang ditawarkan bukan saja terletak pada faktor kecepatan untuk mendapatkan informasi, namun juga fasilitas multi media yang dapat membuat belajar lebih menarik melalui visual secara interaktif. Sejalan dengan perkembangan teknologi internet, banyak kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ini.
Sebenarnya, berbicara profesionalisme pendidikan sama halnya dengan berbicara mengenai bagaimana system dan praksis pendidikan mampu mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan dewasa ini. Pendidikan formal. Informal, dan non formal dapat menikmati fasilitas teknologi informasi dari yang sederhana sampai kepada yang canggih.

Teknologi komputer dan internet, mulai dari perangkat lunak maupun perangkat keras memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran para peserta didik. Keunggulan yang ditawarkan bukan saja terletak pada faktor kecepatan untuk mendapatkan informasi, namun juga fasilitas multi media yang dapat membuat belajar lebih menarik melalui visual secara interaktif. Sejalan dengan perkembangan teknologi internet, banyak kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ini.Sebenarnya, berbicara profesionalisme pendidikan sama halnya dengan berbicara mengenai bagaimana system dan praksis pendidikan mampu mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan dewasa ini. Pendidikan formal. Informal, dan non formal dapat menikmati fasilitas teknologi informasi dari yang sederhana sampai kepada yang canggih.

 

A. FUNGSI INTERNET

Secara harfiah, internet kependekan dari ”inter-network” ialah rangkaian komputer yang berhubung menerusi beberapa rangkaian. Internet (International networking) adalah kumpulan luas dari jaringan komputer yang saling terhubung di seluruh Dunia. The Internet is a worldwide, publicly accessible series of interconnected computer networks that transmit data by packet switching using the standard Internet Protocol (IP). It is a”network of networks”that consists of millions of smaller domestic, academic,business, and government networks, which together carry various information and services, such as electronic mail, online chat, file transfer, and the interlinked web pages and other resources of the world wide web (www).

Fungsi utama internet adalah media untuk komunikasi dan pertukaran informasi. E-mail memungkinkan kita mengirim surat dan file jenis lain kepada para pengguna internet. Fasilitas internet yang paling terkenal adalah WWW (World Wide Web), adalah bagian internet yang relatif baru, sedangkan fungsi seperti mengirim dan menerima Electronic Mail. Fungsi lain internet diantaranya sebagai berikut:

1. Resource Sharing

Fungsi Resource Sharing diartikan bahwa internet dapat berfungsi sebagai ”tempat berbagi”, di mana setiap pengguna internet dapat mencurahkan segala ilmu pengetahuan, dan pendapat pribadinya di server-server internet sehingga pengguna lain dapat membacanya. Selain itu di internet bila kita temukan berbagai sumber pengetahuan, buku-buku gratis, CD gratis, dan bahkan secara saklek dapat disebutkan kita akan mendapatkan segala hal melalui internet ini.

2. Resource Discovery

Resource Discovery artinya internet dapat kita gunakan sebagai sumber penelitian, karena sumber daya internet ini menyediakan berbagai white paper, situs-situs ilmu pengetahuan, jurnal-jurnal ilmiah, hasil-hasil penelitian, website universitas di seluruh dunia, website para profesor, para ahli dan lembaga-lembaga penelitian di seluruh dunia, bahkan skripsi, tesis, disertasi bisa kita dapatkan melalui internet ini.

3. Komunikasi

Komunikasi ini diartikan bahwa internet dapat berfungsi sebagai alat komunikasi, baik komunikasi secara statis misalnya website, e-mail, mailinglist (milis) dan lain-lain atau bahkan dapat pula digunakan sebagai alat komunikasi dinamis misalnya: suara, gambar, video. Dengan menggunakan internet ini maka proses komunikasi dapat berjalan dengan baik dan yang terpenting adalah menggunakan biaya yang cukup murah.

4. Komunitas

Fungsi komunitas adalah internet yang berfungsi sebagai tempat berkumpul, mencari teman, mencari relasi, melakukan sosialisasi, bertukar fikiran, berdiskusi, atau aktifitas-aktifitas lainnya yang berhubungan dengan komunitas. Contoh yang saat ini sedang trend adalah: Friendster dan bloog.

 

B. INTERNET DAN PEMBELAJARAN

Era industri telah bergeser menuju era informasi, hal ini dapat dilihat dengan betapa cepatnya informasi berubah. Bisnis yang ada kini bukan hanya berbasis pada proses produksi, tetapi juga bagaimana menguasai informasi yang ada untuk meraih segmen pasar sebesar mungkin. Perkembangan ini tak lepas dari perkembangan teknologi yang ada, yang kemudian disebut teknologi informasi (TI) dan internet merupakan salah satu bentuk perkembangan informasi. Teknologi internet mengemuka sebagai media yang multirupa, komunikasi melalui internet bisa dilakukan secara interpersonal (misalnya e-mail and chatting) atau secara massal yang dikenal one to many communication (misalnya mailling list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metode konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Internet sebagai media pengajaran dengan karakteristik yang khas sebagai berikut:

1. Sebagai media interpersonal dan massa.

2. Bersifat interaktif.

3. Memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron (tunda).

Teknologi informasi (TI) menunjang peserta didik yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap bisa menikmati pengajaran. Metode talk and chatt dapat diidentifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailling list, dan chatting. Mailling list dapat dianalogkan dengan usroh, di mana pakar akan berdiskusi bersama anggota millis (mailling list). Metode ini mampu menghilangkan gap antara pakar dengan peserta didiknya, suasana yang hangat dan nonformal pada mailling list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif. Internet bukanlah pengganti sistem pengajaran, melainkan lebih bersifat suplement dan pelengkap.

 

C. Pembelajaran Berbasis Web (Web-Based Learning)

Web-based learning adalah pengajaran dan pembelajaran yang didukung oleh penggunaan teknologi internet, baik sebagai alat maupun sumber informasi. Definisi tersebut senada dengan yang dikemukakan oleh Munir (2009: 231) yang menyebutkan bahwa pembelajaran berbasis web adalah “sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan antarmuka web”. Model pembelajaran ini merupakan salah satu dari model pembelajaran yang bisa diterapkan melalui pemanfaatan e-learning. Walaupun merupakan sebuah implementasi dari pembelajaran jarak jauh, pembelajaran berbasis web tidaklah sama dengan pembelajaran jarak jauh. Perbedaan tersebut bisa dilihat pada tabel berikut (Smaldino, S.E., Lowther, D.L., dan Russel, J.D. 2008: 236):

Pembelajaran Jarak Jauh Pembelajaran Berbasis Web

Pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan seluruh jenis komunikasi elektronik, seperti televisi, radio, internet dll dengan media berupa program siaran pendidikan, tutorial video, film kartun, sambungan telepon, videoconference, aplikasi e-learning dll. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan sistem komputer dan jaringan internet maupun intranet. Media yang digunakan adalah aplikasi e-learning berupa situs web yang telah dirancang khusus untuk mendukung sebuah kegiatan pembelajaran secara online.

Komunikasi dapat bersifat satu arah maupun dua arah. Komunikasi harus bersifat dua arah, baik secara synchronous, asynchronous maupun gabungan dari keduanya.

Dalam pembelajaran berbasis web, peserta didik belajar dengan cara mengakses sebuah situs web, kemudian melakukan kegiatan-kegiatan pembelajaran seperti mempelajari materi, melakukan evaluasi, mengerjakan tugas, maupun berinteraksi dengan sesama temannya atau berkonsultasi dengan pengajar. Semuanya dilakukan melalui situs web tersebut dan dapat dilakukan secara mandiri ataupun dengan bantuan dari pihak pengajar sebagai fasilitator. 

Di sini terlihat jelas bahwa peranan situs web e-learning dalam suatu kegiatan pembelajaran berbasis web adalah sebagai media pembelajaran. Hal ini sesuai dengan definisi yang dikemukakan oleh Susilana dan Riyana (2007: 7) yang menyebutkan bahwa media pembelajaran merupakan “suatu wadah dari pesan pembelajaran yang disampaikan demi terlangsungnya sebuah proses pembelajaran.”

 

D. Klasifikasi Pembelajaran Berbasis Web 

Aplikasi-aplikasi web-based learning bisa diklasifikasikan berdasarkan jenis materi/konten yang ada di dalamnya. Munir (2009: 232) memberikan tiga klasifikasi sebagai berikut:

1. Text and Graphic Web-Based Learning 

Web-based learning jenis ini sangatlah sederhana karena hanya menampilkan teks dan grafik/gambar saja sebagai sarana untuk menyampaikan materi pembelajarannya. Keuntungan dari web-based learning jenis ini adalah kemudahan dalam pengaksesannya karena tidak menampilkan konten yang terlalu rumit. Akan tetapi level interaktifitas dari web-based learning jenis ini sangatlah rendah sehingga tidak akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal pada peserta didik.

2. Interactive Web-Based Learning 

Model interactive web-based learning menyediakan program-program interaktif di dalam webnya. Peserta didik bisa berinteraksi secara mandiri dengan situs web tanpa bantuan dari pengajar/fasilitator. Web-based learning model ini biasanya dilengkapi dengan sarana pembelajaran seperti self-test, text entry, column matching dll.

3. Interactive Multimedia Web-Based Learning 

Model web-based learning ini memiliki tingkat interaktifitas yang paling tinggi. Selain memuat semua fitur yang telah tersedia pada dua model web-based learning yang telah disebutkan sebelumnya, web-based learning jenis ini juga menyertakan sarana komunikasi real time antara peserta didik dengan pengajar maupun peserta didik lainnya. Sarana komunikasi tersebut bisa berupa video streaming, interactive web discussion, voice over internet protocol (VoIP), chatbox dll. Penerapan model web-based learning jenis ini bisa mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang biasa dilakukan di kelas konvensional/tatap muka.

Ada beberapa model yang bisa digunakan dalam mengembangkan suatu website untuk pembelajaran berbasis web. Haughey dalam Riyana (2009: 32) mengungkapkan bahwa terdapat tiga kemungkinan dalam pengembangan suatu sistem pembelajaran berbasis internet sebagai berikut: 

1. Web Course 

Dalam model web course, pengajar dan peserta didik terpisah sepenuhnya. Pembelajaran dengan model ini tidak memerlukan tatap muka karena seluruh kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan pembelajaran seperti penyediaan bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian dilakukan sepenuhnya melalui jaringan internet. Model ini dikenal juga dengan istilah Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning System).

2. Web-Centric Course 

Pada model web-centric course, pembelajaran dilakukan baik melalui internet, juga melalui kegiatan tatap muka langsung di dalam kelas. Kegiatan tatap muka di dalam kelas bisa digunakan untuk mendiskusikan hasil temuan selama kegiatan pembelajaran online. Kegiatan tatap muka dalam model ini juga biasanya dilakukan sebagai inisiasi untuk pembelajaran secara online dan menguatkan atau memperjelas kembali materi-materi pembelajaran yang telah peserta didik pelajari di situs web.

3. Web-Enhanced Course 

Dalam model web-enhanced course, internet dipergunakan untuk meningkatkan kualitas dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Internet berfungsi sebagai sumber informasi dan media pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran di kelas, juga sebagai sarana bagi para peserta didik dan pengajar untuk tetap saling terhubung selama mereka sedang tidak berada di kelas.

 

E. APLIKASI PENGAJARAN MELALUI INTERNET

Ketika memutuskan untuk menerapkan distance learning yang harus dilakukan pertama kali adalah memahami model CAL+CAT (computer assisted learning+computer assisted teaching) yang akan diterapkan. Beberapa model CAL+CAT diantaranya:

1. Learning management system (LMS).

LMS merupakan kendaraan utama dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Karakter utama LMS adalah pengguna yang merupakan pengajar dan peserta didik dan keduanya harus terkoneksi dengan internet untuk menggunaka aplikasi ini.

2. Computer Based Training (CBT)/Cost Authoring Package (CAP)

CBT adalah perangkat lunak online untuk proses pembelajaran secara local pada masing-masing computer peserta didik, perangkat lunak ini juga bisa diterapkan secara online.

3. Java Development Tools (JDT)

JDT adalah lingkungan di mana peserta didik dapat memperoleh pengalaman praktis dalam menggunakan bahasa pemograman java (hands on experience). JDT umumnya dipasang secara off line pada masing-masing peserta didik.

 

F. MEMBANGUN e-LEARNING DENGAN MOODLE

Moodle adalah sebuah paket perangkat lunak yang di desain untuk membantu pendidik dalam membangun pelatihan/kursus/pendidikan on line yang berkualitas berbasis internet. Moodle termasuk dalam model CAL+CAT (computer assisted learning+computer assisted teaching) yang disebut learning management system (LMS). Moodle dikembangkan dengan menggunakan lisensi open source (LOS) sehingga sangat menguntungkan bagi kita yang berada di Negara berkembang untuk alasan penghematan biaya. Moodle sebagai salah satu mesin untuk membangun sebuah pendidikan on line (elearning). Moodle dapat langsung bekerja tanpa modifikasi pada unik, linux, windows, Mac OS X, net ware.

 

G. INISIASI BTKP DIY

BTKP DIY sebagai UPT Daerah di bawah Dinas Dikpora DIY berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2008 tentang SOTK dan Tupoksi terdiri dari: Kepala Balai; Subbag Tata Usaha; Seksi Layanan dan Promosi; Seksi Pengembangan dan Produksi; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

Sesuai Tupoksinya BTKP DIY adalah mendukung tercapainya visi dan misi Dinas Dikpora DIY melalui pengembangan, produksi, dan layanan media pembelajaran berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK) kepada pendidikan formal, non formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Sampai dengan tahun 2014 ini BTKP DIY telah mengembangkan, mengkaji, dan melayani berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi infprmasi di bidang pendidikan. Adapun sasarannya adalah semua siswa dan pendidik baik formal, non formal, PLB, madrasah, dan masyarakat DIY. Terdapat beberapa program kegiatan unggulan berbasis internet yang saat ini dikembangkan antara lain seperti: video streaming (jogyabelajar tube), radio streaming (jogyabelajar radio), pembelajaran secara on line kelas maya (jogyabelajar virtual classroom), layanan konten media budaya Yogyakarta (jogyabelajar budaya), layanan konten pembelajaran berbasis multi media interaktif (jogyabelajar media), produksi media video pembelajaran berupa film video maupun animasi, pembuatan karya tulis ilmiah di bidang pendidikan berbasis TIK antara lain berupa: jurnal ilmiah ‘Adi Karsa’ dan bulletin ‘Warta Guru’.

Untuk program radio streaming di tahun 2014 ini sudah memberi layanan kepada stakeholder pendidikan secara on line di portal web site BTKP DIY selama 24 jam terus-menerus melalui jogyabelajar radio, sehingga siswa, guru, dan masyarakat dapat berinteaksi secara intensif kaitannya dengan informasi pendidikan yang sedang ditayangkan. 

Di samping itu BTKP DIY juga melaksanakan Bimtek dan Diklat pembuatan media pembelajaran berbasis TIK baik kepada guru dan pengelola lab. computer agar mampu memanfaatkan fasilitas computer di sekolah secara baik.

Diklat Penulisan naskah: animasi, video, multimedia, dan web content di mana naskah media pembelajaran sebelum dikembangkan menjadi sebuah media pembelajaran perlu disusun dan dipersiapkan secara matang oleh guru. Oleh karena itu pengetahuan dan keterampilan guru dalam kegiatan penulisan naskah perlu diasah melalui kegiatan diklat penulisan naskah.

Saat ini BTKP mengembangkan layanan untuk menjangkau melalui mobile learning service kepada sekolah-sekolah yang terletak di daerah pedesaan yang belum ada jaringan internet atau sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas lab.computer. Dengan adanya layanan tersebut diharapkan sekolah-sekolah daerah pedesaan akan mengenal TIK pendidikan dan terhindar dari buta internet/TI. Melalui mobile learning service pada tahun 2014 ini akan melayani sebanyak 100 sekolah di kabupaten/kota se-DIY. Dengan demikian diharapkan secara bertahap nantinya seluruh sekolah-sekolah yang belum terjangkau internet/TI pendidikan akan terlayani dengan baik.

 

H. KESIMPULAN

Pembelajaran di abad 21 sudah semestinya harus disandingkan dengan kemajuan teknologi informatika yang saat ini sudah sangat maju. Kemajuan teknologi informatika (cyber) diharapkan bisa jalan seiring dengan perkembangan pemanfaatan teknologi pembelajaran (e-learning) oleh guru di kelas.  Inovasi pembelajaran oleh guru melalui pendekatan teknologi informasi khususnya di DIY harus selalu ditingkatkan. Pembinaan dan pendampingan dilaksanakan terus menerus agar mutu pendidikan tetap selalu terjamin. 

Pembelajaran melalui perangkat computer yang tersambung dengan jaringan internet saat ini harus sedini mungkin dikenalkan kepada siswa SD dan SMP sederajat serta guru agar tidak terjadi buta computer. Diharapkan tujuan pembelajaran akan dapat tercapai dengan baik karena siswa dan guru mampu mengeksplor substansi materi belajar melalui fasilitas internet secara bersama-sama.

Selanjutnya saat ini BTKP DIY telah memberi layanan system pembelajaran melalui TIK pendidikan kepada sekolah-sekolah se-DIY dengan semboyan unlimited learning experience. Terdapat beberapa fasilitas program pembelajaran berbasis TIK yang ada di portal Jogya Belajar yang berisi tentang konten-konten pembelajaran berbasis video streaming (yogya belajar tube), radio streaming (jogya belajar radio), multimedia interaktif (jogya belajar media), media budaya jawa khususnya Yogyakarta (jogya belajar budaya), dan layanan pembelajaran secara on line (jogya belajar virtual classroom).

Kemudian melalui dukungan anggaran kegiatan dari Danais (dana keistimewaan), BTKP DIY telah mengembangkan model pembelajaran berbasis budaya yaitu pembuatan media pembelajaran bahasa jawa berbasis mobile Hanacaraka dan game bahasa jawa yang bisa di aplikasikan ke Smartphone yang berbasis Android. Dengan demikian melalui fasilitas smartphone para siswa, guru, dan masyarakat dapat dengan mudah untuk mempelajari bahasa jawa any time, any where, any device.

Dengan tersedianya layanan pembelajaran berbasis web oleh BTKP DIY seperti: e-learning, e-office dan e-government di jaringan internet, maka diharapkan bahwa BTKP DIY akan selalu terdepan di dalam memberi pelayanan dengan manajemen modern kepada siswa, guru, dan masyarakat dan mampu menjadi bensmarck di bidang TIK pendidikan di Yogyakarta pada khususnya serta di Indonesia pada umumnya.

 


1 2 3 4 >>


 PROFIL KAMI

 STATISTIK

User Online : 1
Total hits : 909176
Pengunjung Hari ini : 32
Pengunjung Kemarin : 34
Pengunjung Bulan ini : 564
Pengunjung Tahun ini : 73386
Total Pengunjung : 403926

 KATA INSPIRASI

Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. (Mohammad Hatta)