Orang Memerlukan Dua Tahun Untuk Berbicara, Tetapi Lima Puluh Tahun Untuk Belajar Tutup Mulut


         | author : Admin Bagikan

Sepintas apabila kita membaca judul di atas akan banyak sarat dan arti yang tersirat. Belajar berbicara hanya memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Ya, seorang bayi untuk dapat berbicara secara otomatis dalam perkembangan yang normal kurang lebih dalam jangka waktu 2 tahun, bahkan mungkin kurang dari kurun waktu tersebut.

Namun, ada hal yang sulit yaitu ketika kita dituntut untuk menjadi pribadi yang tutup mulut selama kurang lebih 50 tahun. Kedengarannya sangat tidak mungkin, namun yang dimaksud tutup mulut disini bukan kita harus sama sekali tidak berbicara selama mungkin, tetapi lebih kepada kita sebagai manusia dituntut untuk menjadi pribadi yang professional dalam bertutur kata. Setidaknya sebagai umat manusia kita harus memilih dan memilah, terhadap apa yang harus dan tidak harus kita bicarakan kepada orang lain. Termasuk juga selayaknya kita koreksi apa yang sudah kita bicarakan kepada orang lain.

Sebagai kaula muda yang rendah diri dan professional kita dituntut untuk berupaya komunikatif terhadap partner kerja, dan semua orang pada umumnya. Namun, yang menjadi pekerjaan rumah kita adalah untuk dapat menciptakan pembicaraan yang berkualitas dan memiliki manfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Banyak hal yang harus kita pelajari untuk menciptakan sebuah pembicaraan yang berkualitas. Apakah anda sudah pernah mendengar tentang prinsip komunikatif “KISS” ?. Ya, KISS (Keep in Short and Simple).

Berbicara harus sesingkat dan sepadat mungkin tentang pokok permasalahan supaya terhindar dari pembicaraan yang tidak benar atau biasa kita sebut sekarang dengan “Hoax”. Setidaknya Apabila kita berbicara dengan rekan kerja di sebuah café, kita dapat membahas tentang strategi bekerja secara tim supaya tujuan dapat tercapai dengan hasil yang maksimal. Ketika kita berbicara dengan teman kuliah atau teman sekolah, kita dapat membicarakan tentang ilmu pengetahuan dan pendidikan, dan sesekalipun kita dapat membicarakan atau berdiskusi tentang tujuan wisata yang asyik dan menarik itupun tidak dilarang.

Berbicara yang dilarang adalah membicarakan tentang orang lain entah itu aib, rumor yang belum tentu terjadi atau semacam diskusi tentang hal tersebut. Banyak hal yang harus kita olah dan kita atur dalam berbicara sampai nanti saat umur tua kita. Tutuplah mulut apabila kita tidak berkapasitas untuk bicara dan tidak tahu menahu tentang persoalan yang sedang dibicarakan.

Pada intinya, untuk dapat menjadi pribadi yang rendah diri dan professional serta berkesan dihati banyak orang, berbicaralah dengan kualitas, berbicaralah dengan hati yang bersih, serta berbicaralah dengan prinsip yang mengesankan.

Kita dapat membuat kesan terhadap lawan bicara dengan lawakan sederhana yang khas dan bermanfaat untuk memotivasi diri. Selamat mencoba berbicara penuh makna dan mempunyai etika yang terpola. Sehingga kita akan terbiasa dengan hal tersebut dan menjadi sosok yang luar biasa. (bening)


 Baca juga :

 PROFIL KAMI

 STATISTIK

User Online : 1
Total hits : 874237
Pengunjung Hari ini : 31
Pengunjung Kemarin : 30
Pengunjung Bulan ini : 364
Pengunjung Tahun ini : 72579
Total Pengunjung : 403119

 KATA INSPIRASI

Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. (Mohammad Hatta)