Robot Pendeteksi Bau


2017-09-08 09:29:12 | author : Wahyu

Perkembangan teknologi robot berkembang sangat pesat. Perkembangan robot dimulai pada abad ke-12 di daerah antara sungai tigris dan efrat. Hingga saat ini banyak robot yang telah diciptakan, salah satu yang teknologi robot terbaru yang diciptakan adalah oleh NextTechnology bekerjasama dengan National Institute of Technology Kitakyushu College (NITkit).

Robot yang diciptakan di Negara Sakura ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi aroma. Robot ini diberi nama Hana yang dalam bahasa jepang memiliki arti hidung. Robot hana mengambil bentuk seekor anjing kecil yang imut. Robot anjing ini dapat membedakan aroma yang wangi dan aroma yang tidak sedap (bau). Dalam mengendus aroma Hana memiliki 3 reaksi antara lain, bila aroma yang diendus adalah aroma wangi maka Hana akan berjoget senang, sedangkan bila aroma yang diendus adalah aroma yang kurang sedap maka hana akan mengong-gong, sebaliknya bila aroma yang diendusnya adalah aroma yang bau maka Hana akan pingsan.

Robot Hana dibekali dengan sensor yang mampu mendeteksi aroma. Dengan sensor ini Hana dapat mendeteksi aroma yang dikeluarkan dari kaki dan mulut manusia. Dilansir dari Rocket News (10/09/2017) sistem yang ditanam pada robot Hana dikalibrasi menggunakan kaki yang menggunakan kaos kaki yang sama selama dua hari berturut sebagai patokan aroma yang tidak sedap. Rencananya robot anjing lucu ini dibandrol mulai USD 930 sampai USD 1,860 atau Rp 12,2 juta sampai Rp 24 juta.

Mungkin bila anda merasa kemampuan robot anjing Hana yang dapat membedakan aroma wangi dan aroma yang tidak sedap ini kurang memiliki kegunaan yang bermanfaat, sebuah start-up (perusahaan rintisan) asal Nigeria menemukan sebuah temuan yang masih menggunakan aroma sebagai basis datanya. Adalah Koniku Kore sebuah perangkat yang dapat mengendus keberadaan bahan peledak.

Perangkat yang diciptakan oleh Oshioneroya Agabi ini menggunakan ini menggunakan cip komputer yang dibuat menggunakan neuron hidup dari sel induk tikus. Teknologi ini diluncurkan pertama kali pada konferensi TED Global di Tanzania pada minggu (27/8), acara tersebut dihadiri 700 periset, inovator, dan akademisi dari seluruh dunia.

Dikutip dari Quartz (31/08/2017) Agabi memiliki kepercayaan, bahwa kecerdasan buatan hanya dapat dicapai menggunakan neuron biologis sebenarnya, bukan dengan menyalinnya. Yang perlu dilakukan adalah menghadirkan dan merekayasa komputer yang mampu berpikir atau bekerja seperti manusia. "Biologi adalah teknologi. Biologi memiliki perangkat keras dan perangkat lunak sumber terbuka yang paling luas," tutup Agabi

Pembuatan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) seperti yang disebutkan diatas merupakan sebuah batu pijakan untuk pembuatan robot Humanoid yang sempurna. Sekalipun masih tekendala dengan masalah etik, teknologi masih akan terus berkembang, dan semoga perkembangan teknologi tersebut selalu kearah yang positif. 


Baca Juga :






 PROFIL KAMI

 STATISTIK

User Online : 1
Total hits : 927114
Pengunjung Hari ini : 22
Pengunjung Kemarin : 36
Pengunjung Bulan ini : 297
Pengunjung Tahun ini : 73861
Total Pengunjung : 404401

 KATA INSPIRASI

Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. (Mohammad Hatta)