PTS Kolaps Jangan Telantarkan Mahasiswa


         2009-06-04 14:48:22 |  author : admin Bagikan

YOGYAKARTA-03/06/2009 (SI) – Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan perguruan tinggi swasta (PTS) yang memutuskan berhenti beroperasi tahun ini bertanggung jawab atas nasib mahasiswanya yang belum diwisuda.
  Jangan sampai,mahasiswa menjadi korban akibat tempat mereka menempuh studi pailit. Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof Wuryadi mengatakan, bangkrutnya institusi pendidikan swasta murni kesalahan manajemen. Mahasiswa harus tetap mendapatkan hak pendidikan dengan cara mengalihkan studinya ke PTS lain yang program studinya sama. Jika itu tidak dilakukan, berarti PTS yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran dan harus siap jika dihadapkan ke meja hijau.
”Seluruh hak pendidikan dari mahasiswa yang bersangkutan harus dilindungi,” katanya kepada Seputar Indonesia (SI) kemarin. Menurut Wuryadi, tumbangannya bisnis pendidikan di Yogyakarta, akibat penerapan sistem manajemen yang salah.Dewan Pendidikan, diklaim pernah menyampaikan ide agar PTS yang jumlah siswanya terbatas melakukan joint program melalui resource sharing dengan PTS yang mapan atau dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sharingyang dilakukan berupa penggunaan laboratorium dan dosen bersama.
  ”Tapi ide ini banyak ditolak PTS yang bersangkutan. Alasannya, hal itu merugikan branding PTS yang mereka dirikan,”terangnya. Bangkrutnya kampus-kampus swasta, kata dia, juga akibat dari kurang inovatifnya program-program studi yang ditawarkan. Program- program studi yang dibuka tidak berbeda dengan jurusan yang dibuka PTS atau PTN lain yang sudah mapan.Contohnya,program studi manajemen atau ekonomi pembangunan. ”Harusnya lebih spesifik.
  Karena, jika yang ditawarkan sama, peserta didik lebih memilih kampus yang sudah punya nama besar,” urainya. Selain persoalan internal, kata Wuryadi, masalah eksternal juga menjadi penyebab kolapsnya PTS. PTN-PTN yang ada di Yogyakarta, kini beramai-ramai membuat program studi baru dengan jumlah mahasiswa yang tidak terbatas melalui program paralel. Berikutnya adalah citra pendidikan di Yogyakarta yang tercemari dengan berbagai kasus pergaulan bebas, seperti kumpul kebo dan narkoba. ”Itu terlihat dari jumlah mahasiswa baru dari luar DIY yang semakin kecil.
  Orangtua kini khawatir menyekolahkan anaknya di Yogya. Selain karena di daerah-daerah sendiri sudah banyak berdiri PTS lokal,”terangnya. Sebanyak 16 perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta gulung tikar.Dari jumlah tersebut, empat PTS dipastikan tutup,tiga PTS alih kelola ke luar provinsi, lima PTS melakukan merger menjadi dua PTS dan sisanya dalam pengawasan karena keterbatasan jumlah mahasiswa.
  Pengamat pendidikan Prof Jumari Martati mengutarakan, eksisnya sebuah PTS bukan sematamata peranan manajemen.Keberadaan alumni juga menjadi faktor penting dalam mendongkrak popularitas dan peningkatan jumlah peserta didik. Bila para alumni PTS yang bersangkutan mampu membaur dengan masyarakat secara baik dan memberikan buktibukti nyatanya,hal itu merupakan promosi utama dari sebuah kampus.
  ”Sebagian PTS juga terlalu berani dengan membuka banyak program-program studi. Hemat saya,akan lebih baik program yang dibuka merupakan yang unggulan saja,”terangnya.

Baca Juga :





 PROFIL KAMI

 STATISTIK

User Online : 1
Total hits : 962062
Pengunjung Hari ini :
Pengunjung Kemarin :
Pengunjung Bulan ini :
Pengunjung Tahun ini :
Total Pengunjung :

 KATA INSPIRASI

Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. (Mohammad Hatta)