• By Admin
  • (21994266 kb)

Permainan Tradisional - Dhoktri

Permainan Tradisional Dhoktri berasal dari Yogyakarta. Permianan ini menggunakan pecahan tembikar atau batu bersifat kelompok jumlah pemain dalam permainan ini sekitar 3 sampai 8 anak

       

  • By Admin
  • (23014294 kb)

Permainan Tradisional - Tikus dan Kucing

Permainan tradisional Tikus dan Kucing merupakan salah satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa. Pada Permainan ini ada lagu yang dinyanyikan sebelum permainan di mulai. Dalam permainan tersebut anak-anak berlari-lari berkejaran dengan peran antara yang dadi/jadi tikus dan kucing. Peserta permianan terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok tikus dan kucing. Durasi permainan disesuaikan dengan waktu yang tersedia atau pun tergantung pada kesepakatan.

       

  • By Admin
  • (21262000 kb)

Permainan Tradisonal - Sobyong

Asal-usul permainan tradisional Sobyong dari Yogyakarta. Peserta berjumlah 4 orang atau lebih. Permainan dengan menggunakan jari-jari tangan dengan menggunakan kosa kata sebagai inti permainan (Biasanya nama tempat, orang terkenal, benda, dll)

       

  • By Admin
  • (15882239 kb)

Permainan Tradisional - Jamuran

Permainan tradisional Jamuran merupakan salah satu jenis permainan yang cukup popular di kalangan anak-anak pedesaan di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya. Permainan ini biasanya dilakukan beramai-ramai oleh anak-anak untuk mengisi waktu senggang sepulang sekolah. Permainan ini dimulai dengan hompimpah terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang kalah. Anak yang kalah akan duduk di tengah sedangkan yang menang akan saling bergandengan tangan melingkari anak yang kalah tadi sambil menyanyikan lagu Jamuran.

       

  • By Admin
  • (25107643 kb)

Permainan Tradisional - Koko-Koko

Permainan tradisional Koko-koko merupakan salah satu jenis permainan tradisional dari Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya. Nama koko identik dengan nama sejenis ular air. Jenis dolanan tradisional ini sudah berumur sangat tua. Dalam donalan ini, anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. Lebih banyak lebih baik, karena formasi ular akan semakin panjang, sehingga koko kesulitan mengejar mangsa. Dolanan Koko-koko tidak membutuhkan peralatan kecuali sarung atau sabuk yang berfungsi untuk membentuk formatur ular-ularan. Sarung atau sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. Sementara pemain paling depan berperan sebagai kakek atau nenek. Satu pemain lain berperan sebagai koko.

       

Audio Terbaru

  • AKSI - Kisah Dua Lilin

    By Admin / (16296192 kb)

    Dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran dan melatih sikap kreatif dalam menyelesaikan masalah (ide, gagasan di luar kebiasaan) serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

  • AKSI - Aku Cinta Indonesia

    By Admin / (18358656 kb)

    Diharapkan dapat mengenal dan membedakan alat musik anglung, sasando, gamelan, kulintang dan tifa serta dapat menambah pembendaharaan kata.

  • AKSI - Petualangan Bima

    By Admin / (20137728 kb)

    Dapat mengenal suara-suara hewan/benda yang ada disekitar serta dapat menirukan gerakan binatang, pohon bertiup.

Kategori Lainnya